Gusmus ā€œAllah tidak segera menghukum kita ketika kita berbuta dosa, untuk memberi kesempatan kita bertoban dan memperbaiki diriā€ Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri atau lebih sering dipanggil dengan Gus Mus adalah pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang dan menjadi Rais Syuriah PBNU. Gudang Serat Centhini. Buku yang terdiri 4 jilid tulisan Elizabeth D. Inandiak. Ini kubaca bertahap sejak skitar tanggal 20an November tahun ini. Aku terinspirasi membacanya setelah membaca buku Kamasutra saduran dari Anand Krisna. Di buku terakhir ini aku penasaran dengan gembar-gembor buku Kamasutra yang katanya sempat menghebohkan obrolan 0. Berkelana Gus Mus. Dalam. Perenungan. Kita tak perlu memeras otak atau mengerutkan kening untuk memahami puisi-puisi A Mustofa Bisri yang termaktub di kumpulan ini. Tidak seperti penyair-penyair yang sering memamerkan kekayaan kosakata sehingga justru menjadi sulit dipahami orang awam, yang pada akhirnya membuat puisi sulit merakyat, Gus ALONESIACOM - Aktivis Nahdlatul Ulama Australia Nadirsyah Hosen yang kerap disapa Gus Nadir ikut berkomentas soal kenaikan harga tiket masuk Borobudur menjadi Rp750 ribu bagi turis lokal.. Menurut Gus Nadir, jika tujuannya untuk membatasi pengunjung menjadi 1.200 orang per hari, solusi menaikkan harga tiket yang selangit teresebut itu bukanlah solusinya. Aturanmengenai azan sebenarnya sudah diatur pada tahun 1987. Hanya saja ketidaktahuan kita akan informasi tersebut. Hal ini berawal dari surat edaran salah satu poin penting—diatur dalam surat edaran untuk mengatur durasi takbir pada tanggal 1 Syawal/10 Zulhijjah di masjid/musala pada saat malam takbiran yang dapat dilakukan dengan Oleh: Gus Mus. Kau ini bagaimana Kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya Aku harus bagaimana Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu A Moment Like This Lyric. A Moment Like This - Kelly Clarkson-What if i told you, it was all meant to be. . Jakarta - Puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' ramai diperbincangkan usai dibacakan cagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Salah satu bait puisi dianggap menyudutkan umat Islam soal panggilan Azan. Puisi tersebut dibacakan Ganjar di sebuah acara televisi. Setelah itu, foto Ganjar dengan kutipan puisi 'Puisi Ganjar Pranowo Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat' viral di media sosial.[GambasVideo 20detik] Sebenarnya, bukan hanya Ganjar saja yang pernah membawakan puisi tersebut. Puisi yang dibuat pada tahun 1987 itu juga pernah dibacakan oleh mantan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar dan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makarim pada 2016 lalu. Selain itu, karya Gus Mus itu juga sempat membuat heboh pada 2016 lalu ketika beredar puisi tiruan. Dilihat detikcom dari situs resmi Nahdlatul Ulama NU, pihak NU langsung memberikan klarifikasi dan menyebut puisi yang beredar adalah hoax. Puisi palsu itu mengambil judul dan stuktur kalimat yang mirip karya Gus Mus namun mengulas makna yang berbeda. Berikut isi puisi karya Gus Mus berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' yang dikutip detikcom dari situs Kementerian AgamaKau ini bagaimana...Kau bilang aku merdekaTapi kau memilihkan untukku segalanyaKau ini bagaimana...Kau suruh aku berfkirAku berfikir kau tuduh aku kafirAku harus bagaimana...Kau suruh aku bergerakAku bergerak kau waspadaiKau bilang jangan banyak tingkahAku diam saja kau tuduh aku apatisKau ini bagaimana...Kau suruh aku memegang prinsipAku memegang prinsipKau tuduh aku kakuKau ini bagaimana...Kau suruh aku toleranAku toleran kau tuduh aku plin-planAku harus bagaimana...Kau suruh aku bekerjaAku bekerja kau ganggu akuKau ini bagaimanaKau suruh aku taqwaTapi khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwaKau suruh aku mengikutimuLangkahmu tak jelas arahnyaAku harus bagaimanaAku kau suruh menghormati hukumKebijaksanaanmu menyepelekannyaAku kau suruh berdisiplinKau mencontohkan yang lainKau bilang Tuhan sangat dekatKau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saatKau bilang kau suka damaiKau ajak aku setiap hari bertikaiAku harus bagaimanaAku kau suruh membangunAku membangun kau merusakkannyaAku kau suruh menabungAku menabung kau menghabiskannyaKau suruh aku menggarap sawahSawahku kau tanami rumah-rumahKau bilang aku harus punya rumahAku punya rumah kau meratakannya dengan tanahAku harus bagaimanaAku kau larang berjudipermainan spekulasimu menjadi-jadiAku kau suruh bertanggungjawabkau sendiri terus berucap Wallahu A'lam Bis ShowabKau ini bagaimana..Aku kau suruh jujurAku jujur kau tipu akuKau suruh aku sabarAku sabar kau injak tengkukkuAku kau suruh memilihmu sebagai wakilkuSudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumuKau bilang kau selalu memikirkankuAku sapa saja kau merasa tergangguKau ini bagaimana..Kau bilang bicaralahAku bicara kau bilang aku ceriwisKau bilang kritiklahAku kritik kau marahKau bilang carikan alternatifnyaAku kasih alternative kau bilang jangan mendikte sajaKau ini bagaimanaAku bilang terserah kauKau tak mauAku bilang terserah kitaKau tak sukaAku bilang terserah akuKau memakikuKau ini bagaimanaAtau aku harus bagaimana nkn/imk Berikut ini puisi Gus Mus 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' yang sarat akan makna. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus lahir merupakan pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang mengarang puisi 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'. Gus Mus mengarang puisi yang sarat akan makna sebagai media penolakan dan penentangan terhadap penguasa politik dan orang yang berkuasa. Baca Juga Lirik Sholawat Turi Putih Habib Syech Berikut Makna dan Karangan Sunan Giri Sebagai seorang sastrawan dan kiai bangsawan, Gus Mus sering menciptakan karya tulis seperti cerpen dan novel serta menekuni seni lukis. Salahsatu karya populernya yaitu puisi berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'. Puisi Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana Kau ini bagaimanaKau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanyaKau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir Aku harus bagaimanaKau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigaiKau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai Gus Mus adalah seorang Kiai kharismatik yang sangat dekat dengan rakyat, melalui pemikiran-pemikirannya. Gus Mus juga termasuk Kiai yang aktif dan banyak memunculkan pemikiran-pemikiran dan dakwahnya melalui seni khususnya puisi. Di bawah ini adalah salah satu puisi yang menjadi masterpiece’ dari Gus Mus. Puisi ini menggambarkan kekritisan baliau untuk menyuarakan suara rakyat kepada pemerintahan saat itu orde baru. semoga bermanfaatKau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana Kau ini bagaimana? kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir aku harus bagaimana? kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai kau ini bagaimana? kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aku plin plan aku harus bagaimana? aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku kau ini bagaimana? kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya aku harus bagaimana? aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain kau ini bagaimana? kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai aku harus bagaimana? aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya kau ini bagaimana? kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah aku harus bagaimana? aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab kau ini bagaimana? kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku aku harus bagaimana? aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu kau ini bagaimana? kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis aku harus bagaimana? kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja kau ini bagaimana? aku bilang terserah kau, kau tidak mau aku bilang terserah kita, kau tak suka aku bilang terserah aku, kau memakiku kau ini bagaimana? atau aku harus bagaimana? 1987 Mustofa Bisri Gus Mus Berikut ini full bait puisi 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana' karya Gus Mus. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus lahir merupakan pimpinan Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin yang mengarang puisi 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'. Gus Mus mengarang puisi yang sarat akan makna sebagai media penolakan dan penentangan terhadap penguasa politik dan orang yang berkuasa. Baca Juga Lirik Sholawat Turi Putih Habib Syech Berikut Makna dan Karangan Sunan Giri Sebagai seorang sastrawan dan kiai bangsawan, Gus Mus sering menciptakan karya tulis seperti cerpen dan novel serta menekuni seni lukis. Salahsatu karya populernya yaitu puisi berjudul 'Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana'. Bait Puisi Kau Ini Bagaimana Atau Aku Harus Bagaimana - Gus Mus Kau ini bagaimanaKau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanyaKau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kapir Aku harus bagaimanaKau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigaiKau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai Kau ini bagaimana? kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir aku harus bagaimana? kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai kau ini bagaimana? kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan aku harus bagaimana? aku kau suruh maju, aku mau maju kau serimpung kakiku kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku kau ini bagaimana? kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya aku harus bagaimana? aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain kau ini bagaimana? kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil- manggilnya dengan pengeras suara tiap saat kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai aku harus bagaimana? aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya kau ini bagaimana? kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah- rumah kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah aku harus bagaimana? aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi- jadi aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a ’lam bissawab kau ini bagaimana? kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku aku harus bagaimana? aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu kau ini bagaimana? kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis aku harus bagaimana? kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja kau ini bagaimana? aku bilang terserah kau, kau tidak mau aku bilang terserah kita, kau tak suka aku bilang terserah aku, kau memakiku kau ini bagaimana? atau aku harus bagaimana?

gus mus aku harus bagaimana lirik